Langsung ke konten utama

Satu Minggu

Mengawali hari walaupun kembali bukan diawali di jam yang ideal menurut aku, tapi engga papa. Nanti kita coba lagi ya. Hari ini diawali dengan meditasi dan berbicara soal compassion atau welas asih di podcast peace sea, yang bisa kalian dengerin di Spotify, iya selama ini aku meditasi melalui podcast ini, walaupun ngga tau sudah benar atau belum tapi kata instruktur nya "engga ada benar salah dalam meditasi dan take your time pelan-pelan aja yang penting rutin. 

Tadi sempat disinggung apakah benar kita bisa memaafkan masa lalu dan semua trauma di masa lalu? jawabannya bisa, asalkan kita ngga malah menutup, menghapus mereka, namun kita peluk dan kita sadari kita pernah ada di masa itu, atau orang itu pernah hadir untuk kita, lalu pelan-pelan kita maafkan mereka, karena bisa jadi mereka memperlakukan kita sebegitu menyakitkan karena mereka juga memiliki trauma. 

Hari ini, aku rencananya bakal nemenin dua sahabat aku yang bakal sidang. Hari ini skip dulu engga streaming badminton dulu hehe, nanti aja aku baca hasilnya di twitter yaa. Seperti biasa doakan aku untuk menyelesaikan skripsi di hari ini, walaupun waktunya ngga banyak, aku mohon supaya aku bisa dapat banyak insight, aamiin

Belajar mindful dan present di momen sekarang memang sulit, sering banget salah fokus yang bikin rencana bubar semua, maka dari itu, yuk kita coba lagi hari ini, untuk ngerjain aktifitas satu-satu aja. Say no to multitasking. Semoga aku bisa jadi manusia yang semakin mindful dari hari ke hari ya... 

Semoga hari ini sidang kedua sahabatku diberi kelancaran, semoga hari ketujuh ini bisa menyelesaikan apa yang sebelumnya tertunda, aamiin. Satu, yang pengen aku ilangin, aku sering banget daydreaming bayangin aku di masa depan, huft mungkin nanti sebelum tidur aku mau coba meditasi dulu biar pikiran plong dan cepet ngantuk, okee

see you on another day...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaksa Diri Melewati Batas Ketakutan

Aku gak pernah ngerasa seberani, setangguh ini sebelumnya. Satu minggu kemarin aku dipaksa melawan ketakutanku dengan naik lift rumah sakit sendirian, merawat bapak yang juga sendirian (karena memang gantian, cuma boleh satu pengunjung), riwa-riwi kesana-kemari sendiri. Gokil minggu kemarin bener-bener semacam pertempuran buat diriku, walaupun masker basah kuyup karena aku yang nahan air mata tapi malah keluarnya lewat hidung alias ingus :") Aku bisa lewatin itu semua. Aku juga  sempetin walaupun pasti ngga maksimal bawa laptop kesana-kemari dalam rangka agar skripsi ini bisa selesai. Aku selalu mencoba berpikir pelajaran apa yang aku dapet di cerita hidupku yang ini. Ternyata seneng juga ya, jadi sadar dunia engga cuman berputar di kamu itu bener adanya. Ketika udah di rumah sakit, aku seakan sadar banyak orang yang sedang berjuang agar bisa kembali sehat. Aku juga senang bisa membantu pasien di sebelah bapakku, dimana yang dirawat juga, seorang bapak yang ditemani isterinya. Ras...

My Journey Finding The Best of Me

Halo gais, Minggu ketiga di bulan Juni, rasanya cepet banget waktu berjalan, tujuan aku bikin postingan ini, aku mau nyoba eksperimen ke diriku sendiri. Gimana rasanya hidup tanpa sosial media, yap dua hari yang lalu aku memutuskan uninstal instagram dan juga twitter. Walaupun masih suka nyolong-nyolong buka di browser. Nah maka dari itu, postingan ini ibarat perjanjian sama diriku sendiri, kalo aku mau  berubah jadi manusia yang lebih baik versi diriku sendiri. Sebelumnya aku tu orang yang susah fokus nah kebayang kan gimana hidupku kalo ada sosial media, habislah itu waktuku cuman buat scroll timeline. Selain itu, aku sekarang lagi di tingkat akhir suatu perguruan tinggi di Semarang, yha aku mahasiswa tingkat akhir, doakan aku bisa sidang tahun ini, setelah beberapa bulan kemarin banyak hal yang mengganggu pikiranku, mulai dari masalah keluarga merembet ke aku yang stress sendiri. Semoga proses pembuatan skripsi ini sedikit banyak juga mengubah hidupku.  Aku ngga nuntut peru...

Aku Ingin Menjadi Rumah Untuk Anak-Anakku (Nanti)

Semenjak nonton channel youtubenya Kimbab Family, aku jadi percaya keluarga ideal itu benar adanya. Tentu aku pengen jadi sosok Ibu seperti Mama Gina, dimana semua hal kayaknya bisa dia lakuin. Aku jadi belajar gimana jadi perempuan yang aku inginkan. Belajar gimana jadi Ibu yang anak-anakku bangga-kan nantinya. Belajar menjadi perempuan yang baik dan juga mencari Ayah yang baik untuk anak-anakku nanti.  Sebelumnya, aku termasuk orang yang pesimis masalah membentuk sebuah keluarga, tapi ni si Kimbab Family seakan-akan nge yakinin aku kalau aku bisa membentuk keluarga yang aku idam-idamkan. Walaupun aku paham, aku harus menjalani proses yang lama, biar nantinya engga nge attract manusia yang ngga aku inginkan ataupun manusia yang bertepuk sebelah tangan kembali (curhat beyb) Aku juga seakan-akan jadi punya kontrol atas diriku, buat orang yang deket sama aku pasti tahu, se gimana aku bar-bar nya kalo lagi pdkt. Aku pengen jadi wanita bermartabat yang ngga dipandang sebelah mata sama ...